Menghadapi wawancara kerja, seorang kandidat tidak bisa memilih tipe
pewawancara seperti apa yang akan mereka hadapi. Meski persiapan sudah
matang, bila pewawancara tidak seperti yang diharapkan, maka akan
berpengaruh terhadap performa kandidat dalam menjalani wawancara kerja.
Dilansir dari Buku 99 Tips Jobs Interview karangan Dewi
Anggiani, setidaknya ada sembilan tipe pewawancara berikut cara
menghadapinya. Nah, supaya wawancara kerjamu lancar, yuk simak
uraiannya!
1. Tipe robot
Pewawancara tipe ini tidak tertarik membangun hubungan dengan
kandidatnya. Mereka hanya ingin posisi tersebut segera terisi.
Menghadapi pewawancara tipe ini, cukup sampaikan pengalaman dan
kemampuanmu dengan ringkas. Jangan lupa sertai dengan bukti-bukti
kesuksesan yang pernah kamu lakukan.
2. Tipe atasan yang bosan
Perlu kamu ketahui bahwa 21 persen kandidat mengatakan pewawancara
tidak antusias dengan perusahaannya. Nah, menghadapi pewawancara yang
seperti ini coba bangkitkan gairahnya dengan pengalaman kerja dan
rencanamu untuk posisi yang ditawarkan.
3. Tipe penggertak
Tipe pewawancara ini akan bertanya tentang pengalaman profesionalmu
dengan nada mengintimidasi. Hal ini kerap membuat kandidat merasa stres
dan gugup. Tak usah khawatir, cara menghadapi pewawancara ini, yakni
tetap fokus dan sodorkan bukti yang menunjukkan bahwa kamu layak untuk
posisi tersebut.
4. Tipe tanpa petunjuk
Sebanyak 17 persen kandidat menyatakan bahwa atasannya tidak
kompeten. Jika kamu merasakan hal yang sama, tetaplah tenang dan
tunjukkan keahlian profesimu.
5. Tipe anak muda
Sebanyak 15 persen pekerja pernah bekerja untuk atasan yang usianya
jauh lebih muda. Perlu kamu ketahui, para atasan yang masih muda senang
mempelajari sesuatu secara visual. Oleh sebab itu, gambarkan keahlianmu
dengan portofolio.
6. Tipe menyenangkan
Pewawancara tipe ini akan hangat dan ramah sehingga kandidat merasa
diterima di perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, arahkan pembicaraan
kembali ke masalah pekerjaan jika percakapan menjadi terlalu akrab.

Posting Komentar